Jumat, 21 Juni 2013
Catatan Dongah Miza: Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung
Catatan Dongah Miza: Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung: Seminar Daerah “Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung” Jum’at, 21 Juni 2013 telah dilaksanakanya kegiatan Seminar Nas...
Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung
Seminar Daerah
“Resolusi Konflik
Horizontal di Provinsi Lampung”
Jum’at, 21 Juni
2013 telah dilaksanakanya kegiatan Seminar Nasional yang dimulai dari pukul
09.00-11.30 di gedung B.3.1 Fisip Universitas Lampung yang dilak sanakan Oleh
yayasan Cita Anak bangsa yang diketuai Oleh bapak Dr. Dedi hermawan.
Kegiatan ini
membahas tentang Konflik-konflik yang terjadi di Provinsi lampung, yang
dihadiri oleh mahasiswa FISIP Universitas lampung dan di moderator oleh bapak
Darmawan Purba, M.I.P (Dosen Ilmu Pemerintahan. Dalam mengisi acara Semenar
daerah ini ada tiga narasumber yang hadir dan member pandangan masing-masing
tentang Konflik horizontal yang terjadi dan bagai mana menanggulanginya.
Yang pertama di
sampaikan Oleh bapak Qodratul Ikhwan
dari Kesbangpol provinsi lampung, ia menjelaskan bahwa Akar konflik social
diantaranya adanya ketidak puasan batin, kecemburuan, kebencian, masalah dan ekonomi prinsip-prinsip penanggungan
konflik dilampung dengan melakukan pembinaan kerukunan. Dia pun menyatakan
bahwah konplik terjadi merata di provinsi lampung.
Selanjutnya
penjelasan tentang konflik ini disampaikan oleh bapak Bryan Benteng S.I.k Perwakilan
dari POLDA Lampung, ia member pendapat bahwa Konflik dapat meluas dan
membesar ini di sebabkan oleh
pihak-pihak yang memiliki kepentingan Polda lampung telah melakukan pemetaan
potensi konflik dan memberikan 2 cara bagai mana menyelesaikan konflik itu,
yang pertama melalui kesepakatan dan yang kedua dengan cara pendekatan Hukum.
Kemudian
pemaparan dari Akademisi yang disampaikan Oleh Bapak Budi Kurniawan S.Ip, M.A
dan ia memberikan Penjelasan tentang Demokrasi, ia menjelaskan bahwa demokrasi
adalah alat untuk meredam konflik dan partai politik adalah sumber konflik,
selanjutnya resolusi konflik dapat diwujudkan dengan cara Birokrasi
Representasi. Menjadikan demokrasi sesuai dengan fungsinya, partai politik
modern dan kandidat yang perang program ketimbang politisasi etnis.
Selanjutnya
diskusi seminar berkembang pada konteks konflik yang semakin intens terjadi di
Provinsi Lampung. Secara umum permasalahan konflik lebih disebabkan adanya
pergeseran sikap dan prilaku masyarakat. Pemicu konflik bisa saja berupa (1)
kesenjangan ekonomi, (2) pemahanman akan perbedaan budaya antara etnis yang
salah kaprah, (3) ego kesukuan dan (4) proses politik didaerah yang berlangsung
secara primordial, serta berbagai alasan lainnya yang dipengaruhi perubahan
gaya hidup masyarakat yang dulunya guyup, kebersamaan, gotong-royong saat ini
berubah menjadi individualistic dan mementingkan kelompok tersendiri. Selain
itu juga penyelanggaraan pemerintahan yang koruptif,
nepotisme menyebabkan upaya-upaya
pembangunan di daerah tidak dimiliki oleh seluruh entitas masyarakat yang ada.
Oleh karena itu
dalam kerangkan, mencegah, mengatasi dan menyelesaikan konfik-konflik
horizontal yang terjadi diperlukan beberapa upaya serius dan perlu mendapatkan
dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kepolisian, tokoh adat,
akademisi, serta mahasiswa dan pemuda untuk berperan aktif dalam membangun
kebersamaan dalam keberagaman, serta senantiasa berpegang pada prinsip bersaing
seraya membangun daerah. Beberapa hal tersebut, antara lain:
1.
Penguatan pemahaman dan pola pikir masyarakat
dalam berkehidupan multikultural
2. Memfungsikan tokoh-tokoh adat dan tokoh
masyarakat untuk menjembatani berbagai perbedaan diantara kelompok masyarakat.
3. Maksimalisasi pembangunan daerah secra adil dan
merata serta secara kongrit mengurabgi angka pengangguran dan kemiskinan;
4.
Konsistensi dalam penegakan hukum, secara adil
dan bijaksana.
5. Membangun komunikasi lintas budaya secaranyata
dan terorganisir melalui kegiatan-kegiatan lintas budaya dan etnis.
6. Penguatan demokrasi secara jasmani dan rohani,
dimana elit-elit politik menunjukkan pola berpolitik yang santun dan
mengedepankan kepentingan masyarakat disbandingkan kepentingan kelompok politik
tertentu.
7. Membangun pendidikan yang berorientasi pada
penanaman nilai-nilai keberagaman melalui kurikulum pendidikan sedini mungkin.
8. Serta berbagai hal lainnya yang mendorong
pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat.
Senin, 22 April 2013
Kherlani Pejabat Bupati Pesisir Barat (krui)
28/03/2013 08:06 WIB
BANDARLAMPUNG News - Teka-
teki tentang siapa yang akan dipercaya Gubernur Lampung untuk menduduki
jabatan (Pj) Bupati Pesisir Barat terjawab sudah. Gubernur Lampung
Sjachroedin ZP menilai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung
Kherlani, layak untuk mengemban tugas tersebut.
Kepastian itu dijawab Sjachroedin ZP usai acara penanda-tanganan fakta Integritas, di Balai Keratun, kemarin (27/03).
"Ya, jadi yang kira-kira menonjol dan
saya rasa mampu dia (Kherlani, Red)," ujar Sjachroedin ZP, menjawab
pertanyaan wartawan koran ini.
Menurut Sjachroedin, Kherlani memiliki
segudang pengalaman karena pernah menjabat sebagai wakil walikota
Bandarlampung dan sejumlah jabatan strategis lainnya.
Kherlani akan dilantik oleh Menteri
Dalam Negeri (Mendagri) bersama 12 Pj.Bupati (se-Indonesia) dan 1
Pj.Gubernur Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya, di Aula Gedung Kementrian
Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada tanggal 18 April mendatang.
Oedin—sapaan akrab Gubernur
mengatakan, dengan penetapan Pj Bupati tersebut, tugasnya tinggal
menyiapkan calon Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pejabat lainnya.
Namun, untuk mengisi jabatan Sekda,
Oedin akan membahasnya bersama dengan Bupati kabupaten induk. Salah satu
kriterianya, memenuhi unsur kepangkatan minimal golongan IV C dan
memiliki pengalaman serta mampu menjalankan roda pemerintahan.
Padahal, sebelumnya Purnawirawan Polri
berpangkat Komjen ini, enggan mengungkapkan siapa yang akan menjadi Pj
Bupati Pesisir Barat.
Di lain hal, Oedin akan menerapkan
efisiensi anggaran di Pesisir Barat dengan membentuk 10 Dinas yang akan
menjadi prioritas utama, agar bisa mendukung jalannya roda pemerintahan
yang memiliki potensi di bidang pariwisata dan rempah- rempah itu.
"Kita utamakan, dinas kesehatan,
pendidikan, bappeda dan beberapa asisten. Selain itu, beberapa dinas
lain yang perlu untuk menunjang percepatan pembangunan daerah,"
ungkapnya.
Menurutnya, untuk memimpin sebuah DOB
tidaklah mudah, untuk itu Pj.Bupati yang ditunjukan tidak hanya memiliki
pengalaman dari satu bidang saja. Diperlukan pengalaman mengelola
pemerintahan dan mengerti tugas-tugas sebagai kepala daerah.
"kita bicara soal kemampuan. bukan
bicara kesukuan atau unsure kedekatan. Sebab pengelolaan pemerintahan
ini memerlukan sosok pemimpin yang dapat berfikir makro, sehingga roda
pemerintahan yang baru terbentuk dapat berjalan sebagaimana mestinya,"
pungkas Oedin.
(R6/R4/bln)
Puisi Untuk dia
Ku arungi samudra ini
kugayuh dayung ku
tak gentar kuterjang samudra lepas
sampai ttubuhku terhempas...
remuk perahuku,
patah dayungku,
tapi.......
semangatku tak runtuh......
kuaynkan tanganku, tuk gapai serpihan perahu ku yang koyak
menangis namun tersapu ombak
berteriak di redam badai
ingin ragaku mati saja
tapi cinta ini ingin tetap hidup
dalam hati kecil berbisik
cinta itu kan kupeluk
kugayuh dayung ku
tak gentar kuterjang samudra lepas
sampai ttubuhku terhempas...
remuk perahuku,
patah dayungku,
tapi.......
semangatku tak runtuh......
kuaynkan tanganku, tuk gapai serpihan perahu ku yang koyak
menangis namun tersapu ombak
berteriak di redam badai
ingin ragaku mati saja
tapi cinta ini ingin tetap hidup
dalam hati kecil berbisik
cinta itu kan kupeluk
Lokasi: indonesia
Bandar Lampung, Indonesia
Sabtu, 20 April 2013
Pesisir Barat (Krui)
Salam angkon kemuarian.....
Quovadis Kabupaten Pesisir barat-
mungkin ini sangat cocok untuk kalimat hari ini untuk masyarakat Krui, bagai mana tidak menilihat dari semangat pemuda kekinian di daƩrah krui yang saya berani meng- judge bahwa pemuda yang] minim pengetahuan.
tapi tidak hanya sampai disitu saja, saya sangat prihatin terhadap remajanya yang begitu mudah terpengaruh oleh turis-turis asing yang mulai banyak berkunjung disana yang sedikit demi sedikit menggerus budaya di daerah pesisir barat yang dulunya menjunjung tinggi nurma adat dan juga agama. namun sekarang budaya kebarat-baratan sudah merayap bak jamur,misalkan baju-baju sexi, tato, ataupun prilaku yang biasa dilakukan oleh para orang barat (sex Bebas).
demikianlah gambaran sedikit tentang pesisr barat.
Pesisir Barat yang lahir pada tanggal 25 Oktober 2012, yang baru berumur 6 bulan ini layaknya seorang bayi yang masih menetek, ia belum menunjukan taringnya mungkin karna giginya belum tumbuh. saya hanya ini melihat kampung halamanku beranjak dewasa dan tumbuh bagaikan ksatria yang gagah berani dan jujur terhadap masyarakannya.
kami tunggu kedatangan dan kesiapan Pjs Bupati Pesisir barat
Quovadis Kabupaten Pesisir barat-
mungkin ini sangat cocok untuk kalimat hari ini untuk masyarakat Krui, bagai mana tidak menilihat dari semangat pemuda kekinian di daƩrah krui yang saya berani meng- judge bahwa pemuda yang] minim pengetahuan.
tapi tidak hanya sampai disitu saja, saya sangat prihatin terhadap remajanya yang begitu mudah terpengaruh oleh turis-turis asing yang mulai banyak berkunjung disana yang sedikit demi sedikit menggerus budaya di daerah pesisir barat yang dulunya menjunjung tinggi nurma adat dan juga agama. namun sekarang budaya kebarat-baratan sudah merayap bak jamur,misalkan baju-baju sexi, tato, ataupun prilaku yang biasa dilakukan oleh para orang barat (sex Bebas).
demikianlah gambaran sedikit tentang pesisr barat.
Pesisir Barat yang lahir pada tanggal 25 Oktober 2012, yang baru berumur 6 bulan ini layaknya seorang bayi yang masih menetek, ia belum menunjukan taringnya mungkin karna giginya belum tumbuh. saya hanya ini melihat kampung halamanku beranjak dewasa dan tumbuh bagaikan ksatria yang gagah berani dan jujur terhadap masyarakannya.
kami tunggu kedatangan dan kesiapan Pjs Bupati Pesisir barat
Kamis, 11 April 2013
Proposal
PENDAHULUAN
Pentingnya pendidikan maupun pengajaran pustakawan pada era globalisasi seperti saat ini sangat dibutuhkan.Tidak dapat dipungkiri manfaat dari majunya bidang ilmu perpustakaan dapat menimbulkan efek positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Meningkatnya kebutuhan informasi pengguna perpustakaan mendorong para pustakawan untuk bisa bertindak kreatif dan inovatif. Tentu saja pustakawan harus dibekali pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi modal awal pustakawan.
Tidak hanya itu saja, dengan mengingat keputusan presiden nomor 11 Tahun 1989 Tentang Perpustakaan Nasional, dalam arti perpustakaan merupakan tempat sumber informasi yang dapt menunjang terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan intelektual, sehingga terwujudnya kecerdasan kreatif dan inovatif yang terarah, dan mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan secara makro.
Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi pustakawan kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensi nya dengan cara :
1. Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai pustakawan,
2. Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya,
3. Terampil dalam pelayanan dan pengembangan perpustakaan,
4. Terampil dalam mengelola bahan pustaka dan informasi,
5. Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan pemustaka,
Didasari oleh latar belakang permasalahan diatas, maka kami Himpunan Mahasiswa Diploma Perpustakaan Fisip Universitas lampung bertujuan menyelenggarakan STADIUM GENERAL dengan Tema Pendidikan Pustakawan; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan.
¬¬¬
1. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Memberdayakan potensi pustakawan, upaya pembentukan karakter dan identitas seorang pustakawan.
2. Membuka cakrawala berpikir pustakawan tentang tanggung jawabnya sebagai fasilitator penyebaran informasi.
3. Menciptakan pustakawan yang dapat menyumbangkan ide-ide yang solutif.
4. Dalam rangka menghadapi era globalisasi di perlukan generasi penerus bangsa yang mumpuni untuk menjawab tantangan kehidupan, hal itulah diwujudkan dalam bentuk pendidikan pustakawan.
5. Mengubah cara pandang masyarakat tentang citra pustakawan yang kaku dan kurangnya keramahtamahan.
6. Menindak lanjuti matriks kerja dari Bidang Minat dan Bakat.
2. DASAR KEGIATAN
Adapun landasan kegiatan ini adalah :
1. Undang-undang dasar 1945, Pasal 28.
2. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. SK Mendikbud Nomor 155/U/1998 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan. Perpustakaan dan Informasi Universitas Lampung 2010.
4. TRI DHARMA Perguruan Tinggi.
5. Rapat Program Kerja HIMA Perpustakaan FISIP Unila tanggal 24 Februari 2011.
6. Rapat Biro Minat dan Bakat HIMA Perpustakan tentang kajian pustakawan FISIP Unila tanggal 24 Desember 2010.
PELAKSANAAN
1. BENTUK KEGIATAN
Stadium general
Deskripsi Kegiatan :Kuliah umum berupa pemaparan teori dengan peserta
mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan, yang akan
dilaksanakan di gedung Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung. Pembicara dalam seminar nasional ini akan menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional yang akan memaparkan teori-teori yang berkaitan dengan harusnya seorang pustakawan mengelola perpustakaan dan materi kedua adalah materi promosi dan publikasi yang akan dipaparkan oleh Ibu Ida Nurhaida selaku dosen ahli. Teori-teori tersebut akan di kupas tuntas agar terjadinya sinkronisasi antara teori dan praktek. Kuliah umum ini melibatkan para calon pustakawan ataupun pustakawan yang sudah bekerja di berbagai perpustakan negeri, instansi pemerintahan, dan swasta.
Pelaksanaan Kegiatan
Hari/tanggal : Selasa, 3 Mei 2011
Waktu/Tempat : 09.00-12.00 / Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung
Segmentasi : Mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan
Tema : Pendidikan Pustakawan ; Upaya menciptakan
pustakawan inovatif dan berwawasan.
Pemateri : Hj.Sri Sularsih,M.Si(Kepala Perpustakaan Nasional)
Moderator : Agus Sanjaya Putra ( Wakil Ketua Umum HIMADIPPUS)
Hari/tanggal : Selasa, 3 Mei 2011
Waktu/Tempat : 13.00-15.00 WIB / Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung
Segmentasi : Mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan
Tema : Teknik Promosi dan Publikasi Perpustakaan Bagi Pustakawan
Pemateri : Dra. Ida Nurhaida M.Si (Dosen Ahli)
Moderator : Agus Sanjaya Putra
2. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus HMD Ilmu Perpustakaan
FISIP Universitas Lampung.
3. SUSUNAN KEPANITIAAN
( Terlampir )
4. ESTIMASI DANA
( Terlampir )
PENUTUP
Demikian Proposal ini dibuat semoga dapat menjadi suatu gagasan real tentang peranan pustakawan yang sangat fundamental dan dapat menjawab tantangan zaman, dimana pustakawan haruslah berwawasan lebih, guna mencapai amanat pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada dasarnya mungkin kita tidak tahu untuk apa, kapan, dimana, mengapa, siapa dan bagaimana kita berjuang hari ini, karena mungkin banyak orang diluar sana yang sangat mengharapkan dan menghargai atas apa yang kita perjuangkan hari ini.
Jangan berharap hari kemarin akan kembali, karena esok belum tentu kita jumpai. Dan hari inilah milik kita.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
LEMBAR PENGESAHAN
1. Nama Kegiatan : PERUNGGU
2. Tema Kegiatan : “Pendidikan Pustakawan; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan”
3. Waktu Kegiatan : 3 Mei 2011
Bandar Lampung, 17 Maret 2011
PANITIA PELAKSANA
PERUNGGU
HMD ILMU PERPUSTAKAAN
FISIP UNILA
Hormat kami,
Ketua Pelaksana Sekretaris Pelaksana
Ricoadi Fasla Azrina Septiani
NPM : 0906081012 NPM :1006081003
Menyetujui,
Ketua Jurusan Perpustakaan dan Informasi Ketua Umum HMD Perpustakaan
Drs.Teguh Budi Raharjo.M.Si Mizariadi
NIP : 196001221987031004 NPM : 0806081012
Mengetahui
1. SUSUNAN KEPANITIAAN ( LAMPIRAN )
PELINDUNG : Rektor Universitas Lampung
(Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.)
Dekan FISIP UNILA
(Drs. Agus Hadiawan, M.Si.)
PENASEHAT : Pembantu Rektor III UNILA
(Prof. Dr. Sunarto DM, S.H, M.H.)
Pembantu Dekan III FISIP UNILA
(Drs. Ikram, M.Si.)
PEMBIMBING : Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi
(Drs.Teguh Budi Raharjo.M.Si)
PENANGGUNG JAWAB : Ketua Umum HIMADIPPUS
(Mizariadi)
Panitia Pengarah : Kesty Hestryana 0806081010
: Novia Indriyani 0806081013
: Adelia 0806081001
: M.Haryo 0806081011
: Rozannah 0806081014
PANITIA PELAKSANA
Ketua Pelaksana : Ricoadi Fasla 0906081012
Sekretaris Pelaksana : Azrina Septiani 1006081003
Bendahara Pelaksana : Herti Putri Yana 1006081009
Sie.Kesekretariatan
Koordinator : Ratih Novitasari 0906081011
Anggota : - Amelia Yusnita 1006081001
- Cahya Amana Putra 1006081004
- Crhistin Intan
Sie. Acara
Koordinator : Nawal Suhendi 0906081010
Anggota : - Erna Anisa 1006081006
- Farid Hambali 1006081007
Sie. Perlengkapan
Koordinator : M.Annaz Dwi Chandra 0906081005
Anggota : - Julian Evta Perdana 1006081010
- M.Ilham Sandrio H 1006081012
- Mei Rantika Dewi 1006081011
Sie. Pubdekdok
Koordinator : Meilia Depilina 0906081009
Anggota : - Febria Naria 1006081008
- Ni Nyoman Sujatning M. 1006081013
- Nur Sidiq 1006081014
Sie. Konsumsi
Koordinator : Yuli Paramita 0906081014
Anggota : - Yunita Sari 1006081019
- Yulianto 1006081018
Sie. Dana Usaha
Kordinator : Heniawati 0806081008
Anggota : - Rarasati sugesti 0906081010
Yessi puspita sari 0906081013
Elyanti Umita 0906081008
Sie. Hubungan Luar
Koordinator : Zulaikha 0906081015
Anggota : - Reza Harizman 1006081015
- Ricki Akbar 1006081016
- Rismawati 1006081017
2. ESTIMASI DANA ( LAMPIRAN )
Anggaran dana PERUNGGU yang dilaksanakan, dengan Tema “Pendidikan Pustakawan ; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan” adalah seperti di bawah ini :
PENGELUARAN :
ESTIMASI DANA SEMINAR NASIONAL
A. Kesekretariatan
No Keterangan Jumlah
1. Pembuatan Proposal + LPJ 50 @ Rp 10.000,- x 2 Rp. 1.000.000,-
2. Surat Menyurat Rp. 100.000,-
3. Amplop 2 Kotak x @ Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-
4. Name Tag Rp. 200.000,-
5. ATK Rp. 100.000,-
6. Kertas 6 x @ Rp 50.000,- Rp. 300.000,-
7. Map 100 x @ Rp 1.000,- Rp. 100.000,-
8. Sertifikat 150 x @ Rp 5.000,- Rp. 750.000,-
9. Setempel 2 Paket x @ Rp 100.000,- Rp. 200.000,-
10. Seminar Kit 150 x @ Rp 10.000,- Rp. 1.500.000,-
11. Buku Tamu 4 x @ Rp 10.000,- Rp. 40.000,-
Jumlah Rp. 4.340.000,-
B. Seksi Acara
No Keterangan Jumlah
1. Photocopy roundown acara Rp. 50.000,-
2. Plakat 6 x @ Rp100.000,- Rp. 600.000,-
3. Biaya Komunikasi Rp. 350.000,-
Jumlah Rp. 1.000.000,-
C. Seksi Pubdekdok
No Keterangan Jumlah
1. Pamflet & Leflet Rp. 300.000,-
2. Sepanduk 4 unit x @ Rp 150.000,- Rp. 600.000,-
3. Batrai Kamera 5 x @ Rp10.000,- Rp. 50.000,-
4. Backdrop 1 unit x @ Rp300.000,- Rp. 300.000,-
5. Cuci Cetak Foto Rp. 300.000,-
6. Publikasi Media Rp. 250.000,-
7. Biaya Akomodasi Transportasi Rp. 200.000,-
Jumlah Rp. 2.000.000,-
D. Seksi Konsumsi
No Keterangan Jumlah
1. Snack Pembicara & moderator 4 @ Rp 25.000,- Rp. 100.000,-
2. Snack Tamu Undangan 20 x @ Rp 25.000,- Rp. 500.000,-
3. Snack Panitia dan Peserta 200 x @ Rp 5.000,- Rp. 1.000.000,-
4. Air Mineral 10 dus x @ Rp 15.000,- Rp. 150.000,-
5. Makan Siang Pembicara 2 x @ Rp 30.000,- Rp. 60.000,-
6. Makan Siang Panitia & peserta 200 x @ Rp 10.000,- Rp. 2.000.000,-
Jumlah Rp. 3.810.000,-
E. Seksi Perlengkapan dan Transportasi
No Keterangan Jumlah
1. Sewa LCD & Poyektor Rp. 250.000,-
2. Perlengkapan Seminar Rp. 500.000,-
5. Sewa Aula Rp. 1.000.000,-
Jumlah Rp. 1.750.000,-
REKAPITULASI DANA SEMINAR NASIONAL
No Keterangan Jumlah
1. Kesekretariatan Rp. 4.340.000,-
2. Acara Rp. 1.000.000,-
3. Pubdekdok Rp. 2.000.000,-
4. Konsumsi Rp. 3.810.000,-
5. Perlengkapan & Transportasi Rp. 1.750.000,-
Jumlah Rp. 12.900.000,-
Kalkulasi Anggaran Dana
Pengeluaran : Rp. 12.900.000,-
Pemasukan( Dana Kemahasiswaan Rp. 3.300.000 ) : Rp. 3.300.000,-
Sisa Kekurangan : Rp. 9.600.000,-
Minggu, 09 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

