Senin, 01 Juli 2013

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA OMBAK ( PLTO)

Ombak dikenal sebagai gelombang dalam (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di sini dan sini, karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.
Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.
Sebagai negara yang lebih dari 2/3 wilayahnya berupa perairan, Indonesia tentunya harus mampu mengolah potensi perairan yang ada. Tidak hanya dari potensi sumber daya hayati yang ada, tetapi juga dari potensi energi ombak yang dimilikinya. Sehingga dibahas mengenai potensi energi gelombang di salah satu daerah di Indonesia dan kemungkinan pengembangannya sebagai pembangkit listrik tenaga ombak yang komersial.
Daerah Sabang dipilih sebagai lokasi yang cukup potensial karena lokasinya berdekatan dengan Samudra Hindia serta daerah ini tidak berhadapan dengan banyak pulau yang dapat mengurangi energi yang terkandung dalam gelombang. Selain itu data yang diperoleh pada daerah ini cukup baik dan lengkap. Data yang diperoleh berupa data angin setiap 3 jam selama setahun. Dari data angin ini, diolah menjadi data gelombang melalui beberapa tahapan prosedur.
Data gelombang yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar gelombang terjadi dalam arah barat dan timur, serta sebagian kecil dalam arah barat daya. Sedangkan energi gelombang yang dominan hanya terdapat pada arah barat dan timur, karena pada arah barat daya gelombang yang terjadi hanya memiliki ketinggian dan perioda yang kecil.
Ternyata ombak punya kekuatan yang luar biasa. Itulah sebabnya orang Portugal membangun Agucadoura, pembangkit listrik tenaga ombak pertama di dunia di pesisir pantai portugal.

Contoh Ombak :


Pembakngkit listrik tenaga ombak ini mempunyai Tiga Wave Converters yang menghasilkan listrik sebesar 2.25MW. Konstruksi alat ini yang berasal dari besi akan naik turun bersama ombak. 
Ternyata bagian yang mengapung mempunyai Piston Hidrolik yang menancap di dasar laut, ketika alat yang mengapung naik turun karena ombak, Piston Hidrolik juga terpompa, inilah yang menghasilkan tenaga listrik. 
Tenaga listrik yang dihasilkan akan ditransfrer melalui kabel bawah air yang terhubung dengan stasiun listrik di tepi pantai.



            Kumpulan pembangkit listrik tenaga ombak ini di-klaim bisa mencukupi kebutuhan listrik 1500 rumah. Perkiraan jika kita menaruh alat yang lebarnya 459 kaki ini di seluruh perairan di didunia, kita dapat menghasilkan listrik sebesar 2 Tera Watts.  Itu bisa mencukupi dua kali lipat kebutuhan listrik seluruhdunia.
Itu baru perkiraan saja sih tapi proyek ini cukup menjanjikan, karena disamping ramah lingkungan, pembangkit listrik tenaga ombak ini bisa jadi solusi krisis energi dunia.
Menurutnya teknologi yang digunakan PLTO Baron, pada prinsipnya
serupa dengan yang dikembangkan di daerah Toftestailen, Norwegia. Namun ia para peneliti lainnya di Indonesia kini sedang mempersiapkan software (piranti lunak) yang unik, lain dari pada yang lain.
Instalasi PLTO terdiri dari tiga bangunan utama, yakni saluran masukan air, reservoir (penampungan), dan pembangkit. Dari ketiga bangunan tersebut, unsur yang terpenting adalah pada tahap pemodifikasian bangunan saluran masukan air yang tampak berbentuk U. Sebab, ia bertujuan untuk menaikkan air laut ke reservoir.
Bangunan untuk memasukkan air laut ini terdiri dari dua unit, kolektor dan konverter. Kolektor berfungsi menangkap ombak, menahan energinya semaksimum mungkin lalu memusatkan gelombang tersebut ke konverter.
Konverter yang didesain berbentuk saluran yang runcing di salah satu ujungnya ini selanjutnya akan meneruskan air laut tersebut naik menuju reservoir. Karena bentuknya yang spesifik ini, saluran tersebut dinamakan Tapchan (Tappered channel).
Setelah air tertampung pada reservoir, proses pembangkitan listrik tidak berbeda dengan mekanisme kerja yang ada pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Air yang sudah terkumpul itu diterjunkan ke sisi bangunan yang lain. Energi potensial inilah yang berfungsi menggerakkan atau memutar turbin pembangkit listrik.
Dengan demikian, keuntungan yang didapat dari teknologi PLTO ini antara lain, selain hemat biaya dari segi investasi maupun operasional, juga bermanfaat bagi lingkungan hidup. "PLTO ini tidak mengeluarkan limbah berupa padat, cair, maupun gas, "tutur Andjar. Seperti halnya pada PLTA, maka PLTO pun bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan air laut. Sebab, pada bangunan reservoirnya banyak sekali mengandung oksigen akibat gerakan air laut naik menuju reservoir tersebut.
Ditanjau dari sudut wisata, PLTO Baron diharapkan semakin menambah kashanah wisata ilmiah di lokasi tersebut. Dengan kata lain tidak tertutup kemungkinan kalau Pantai Baron nantinya bisa menjadi objek wisata ilmiah, suatu wisata yang menawarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berdasarkan hal tersebut, Pelamis 750 kW diletakkan melintang dari barat ke timur sehingga dapat menyerap energi dari kedua lokasi tersebut. Tiap unit Pelamis 750 kW dapat menghasilkan output energi sebanyak 79,5% dari energi gelombang yang tersedia pada seluruh arah. Faktor kapasitas dari divais ini hanya sebesar 8%.
Untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga ombak komersial, rating daya dari Pelamis diturunkan menjadi 100 kW dan efisiensinya diasumsikan bernilai tetap 80%. Sehingga faktor kapasitas dari tiap unit Pelamis 100 kW meningkat menjadi 60,10%.
Pembangkit listrik yang didesain terdiri atas 180 unit Pelamis 100 kW, sehingga memiliki rating daya 18 MW dan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 94.825,8 MWh/tahun. Dengan asumsi tertentu, estimasi biaya untuk pembangunan pembangkit ini adalah $146 juta. Dengan memperhitungkan biaya operasional dan pemeliharaan, biaya overhaul dan penggantian, dan discount rate sebesar 5%, diperoleh harga listrik dari pembangkit ini adalah 21,60 sen/kWh.
Ombak di laut (sea waves) mungkin saat ini hanya berguna dan disukai oleh para surfer (peselancar) tapi tidak lama lagi, ombak juga akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Pemerintah Irlandia berencana untuk mengkonversikan ombak menjadi pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 75 megawatss di tahun 2012. Dan pada tahun 2020, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 500 megawatss.Teknologi ini membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan sumber lainnya seperti angin karena kontruksi yang dibangun harus tahan terhadap ombak itu sendiri, air laut yang asin (bergaram) dan juga badai (storm). Selain Irlandia, Portugal juga sedang mengerjakan 3 unit pembangkit listrik dengan kapasitas 750 megawatss di Agucadora Wave Park.
Krisis energi telah diprediksikan akan melanda dunia pada tahun 2015. Hal ini dikarenakan semakin langkanya minyak bumi dan semakin meningkatnya permintaan energi. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan untuk memanfaatkan energi lain, selain energi yang tidak terbarukan. Karena kalau kita tergantung pada energi tidak terbarukan, maka di masa depan kita juga akan kesulitan untuk memanfaatkan energi ini karena keterbatasan populasi dari energi tersebut.
Untuk itu kita akan mencoba menggali informasi tentang tenaga ombak yang sebenarnya sudah dimanfaatkan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Norwegia sejak tahun 1987, terlihat bahwa banyak daerah-daerah pantai yang berpotensi sebagai pembangkit listrik bertenaga ombak. Ombak di sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa, di atas Kepala Burung Irian Jaya, dan sebelah barat Pulau Sumatera sangat sesuai untuk menyuplai energi listrik. Kondisi ombak seperti itu tentu sangat menguntungkan, sebab tinggi ombak yang bisa dianggap potensial untuk membangkitkan energi listrik adalah sekitar 1,5 hingga 2 meter, dan gelombang ini tidak pecah hingga sampai di pantai. Potensi tingkat teknologi saat ini diperkirakan bisa mengonversi per meter panjang pantai menjadi daya listrik sebesar 20-35 kW (panjang pantai Indonesia sekitar 80.000 km, yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau, dan sekitar 9.000 pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau arus listrik nasional, dan penduduknya hidup dari hasil laut). Dengan perkiraan potensi semacam itu, seluruh pantai di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 2~3 Terra Watt Ekuivalensi listrik, bahkan tidak lebih dari 1% panjang pantai Indonesia (~800 km) dapat memasok minimal ~16 GW atau sama dengan pasokan seluruh listrik di Indonesia tahun ini.
Untuk sistem mekaniknya, PLTO dikenal memakai teknologi OWC (Oscillating Wave Column). Untuk OWC ini ada dua macam, yaitu OWC tidak terapung dan OWC terapung. Untuk OWC tidak terapung prinsip kerjanya sebagai berikut. Instalasi OWC tidak terapung terdiri dari tiga bangunan utama, yakni saluran masukan air, reservoir (penampungan), dan pembangkit. Dari ketiga bangunan tersebut, unsur yang terpenting adalah pada tahap pemodifikasian bangunan saluran masukan air yang tampak berbentuk U, sebab ia bertujuan untuk menaikkan air laut ke reservoir.
Bangunan untuk memasukkan air laut ini terdiri dari dua unit, kolektor dan konverter. Kolektor berfungsi menangkap ombak, menahan energinya semaksimum mungkin, lalu memusatkan gelombang tersebut ke konverter. Konverter yang didesain berbentuk saluran yang runcing di salah satu ujungnya ini selanjutnya akan meneruskan air laut tersebut naik menuju reservoir. Karena bentuknya yang spesifik ini, saluran tersebut dinamakan tapchan (tappered channel).
Setelah air tertampung pada reservoir, proses pembangkitan listrik tidak berbeda dengan mekanisme kerja yang ada pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air yang sudah terkumpul itu diterjunkan ke sisi bangunan yang lain. Energi potensial inilah yang berfungsi menggerakkan atau memutar turbin pembangkit listrik. OWC ini dapat diletakkan di sekitar ~50 m dari garis pantai pada kedalaman sekitar ~15 m.
Selain OWC tidak terapung, kita juga mengenal OWC tidak terapung lain seperti OWC tidak terapung saat air pasang. OWC ini bekerja pada saat air pasang saja, tapi OWC ini lebih kecil. Hasil survei hidrooseanografi di wilayah perairan Parang Racuk menunjukkan bahwa sistem akan dapat membangkitkan daya listrik optimal jika ditempatkan sebelum gelombang pecah atau pada kedalam 4-11 meter. Pada kondisi ini akan dapat dicapai putaran turbin antara 3000-700 rpm. Posisi prototip II OWC (Oscillating Wave Column) masih belum mencapai lokasi minimal yang disyaratkan, karena kesulitan pelaksanaan operasional alat mekanis. Posisi ideal akan dicapai melalui pembangunan prototip III yang berupa sistem OWC apung. Untuk OWC terapung, prinsip kerjanya sama seperti OWC tidak terapung, hanya saja peletakannya yang berbeda.

Ini merupakan contoh gambar cara kerja PLTO :


Energi tidal juga merupakan salah satu macam dari energi ombak. Kelemahan energi ini diantaranya adalah membutuhkan alat konversi yang handal yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut yang keras yang disebabkan antara lain oleh tingginya tingkat korosi dan kuatnya arus laut.
Saat ini baru beberapa negara yang yang sudah melakukan penelitian secara serius dalam bidang energi tidal, diantaranya Inggris dan Norwegia. Di Norwegia, pengembangan energi ini dimotori oleh Statkraft, perusahaan pembangkit listrik terbesar di negara tersebut. Statkraft bahkan memperkirakan energi tidal akan menjadi sumber energi terbarukan yang siap masuk tahap komersial berikutnya di Norwegia setelah energi hidro dan angin. Keterlibatan perusahaan listrik besar seperti Statkraft mengindikasikan bahwa energi tidal memang layak diperhitungkan baik secara teknologi maupun ekonomis sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan energi dalam waktu dekat.

Jumat, 21 Juni 2013

Catatan Dongah Miza: Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung

Catatan Dongah Miza: Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung: Seminar Daerah “Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung” Jum’at, 21 Juni 2013 telah dilaksanakanya kegiatan Seminar Nas...

Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung



Seminar Daerah
“Resolusi Konflik Horizontal di Provinsi Lampung”

Jum’at, 21 Juni 2013 telah dilaksanakanya kegiatan Seminar Nasional yang dimulai dari pukul 09.00-11.30 di gedung B.3.1 Fisip Universitas Lampung yang dilak sanakan Oleh yayasan Cita Anak bangsa yang diketuai Oleh bapak Dr. Dedi hermawan.
Kegiatan ini membahas tentang Konflik-konflik yang terjadi di Provinsi lampung, yang dihadiri oleh mahasiswa FISIP Universitas lampung dan di moderator oleh bapak Darmawan Purba, M.I.P (Dosen Ilmu Pemerintahan. Dalam mengisi acara Semenar daerah ini ada tiga narasumber yang hadir dan member pandangan masing-masing tentang Konflik horizontal yang terjadi dan bagai mana menanggulanginya.
Yang pertama di sampaikan Oleh bapak  Qodratul Ikhwan dari Kesbangpol provinsi lampung, ia menjelaskan bahwa Akar konflik social diantaranya adanya ketidak puasan batin, kecemburuan, kebencian, masalah  dan ekonomi prinsip-prinsip penanggungan konflik dilampung dengan melakukan pembinaan kerukunan. Dia pun menyatakan bahwah konplik terjadi merata di provinsi lampung.
Selanjutnya penjelasan tentang konflik ini disampaikan oleh bapak Bryan Benteng S.I.k Perwakilan dari POLDA Lampung, ia member pendapat bahwa Konflik dapat meluas dan membesar  ini di sebabkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan Polda lampung telah melakukan pemetaan potensi konflik dan memberikan 2 cara bagai mana menyelesaikan konflik itu, yang pertama melalui kesepakatan dan yang kedua dengan cara pendekatan Hukum.
Kemudian pemaparan dari Akademisi yang disampaikan Oleh Bapak Budi Kurniawan S.Ip, M.A dan ia memberikan Penjelasan tentang Demokrasi, ia menjelaskan bahwa demokrasi adalah alat untuk meredam konflik dan partai politik adalah sumber konflik, selanjutnya resolusi konflik dapat diwujudkan dengan cara Birokrasi Representasi. Menjadikan demokrasi sesuai dengan fungsinya, partai politik modern dan kandidat yang perang program ketimbang politisasi etnis.
Selanjutnya diskusi seminar berkembang pada konteks konflik yang semakin intens terjadi di Provinsi Lampung. Secara umum permasalahan konflik lebih disebabkan adanya pergeseran sikap dan prilaku masyarakat. Pemicu konflik bisa saja berupa (1) kesenjangan ekonomi, (2) pemahanman akan perbedaan budaya antara etnis yang salah kaprah, (3) ego kesukuan dan (4) proses politik didaerah yang berlangsung secara primordial, serta berbagai alasan lainnya yang dipengaruhi perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya guyup, kebersamaan, gotong-royong saat ini berubah menjadi individualistic dan mementingkan kelompok tersendiri. Selain itu juga penyelanggaraan pemerintahan yang koruptif,

nepotisme menyebabkan upaya-upaya pembangunan di daerah tidak dimiliki oleh seluruh entitas masyarakat yang ada.
Oleh karena itu dalam kerangkan, mencegah, mengatasi dan menyelesaikan konfik-konflik horizontal yang terjadi diperlukan beberapa upaya serius dan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kepolisian, tokoh adat, akademisi, serta mahasiswa dan pemuda untuk berperan aktif dalam membangun kebersamaan dalam keberagaman, serta senantiasa berpegang pada prinsip bersaing seraya membangun daerah. Beberapa hal tersebut, antara lain:
1.          Penguatan pemahaman dan pola pikir masyarakat dalam berkehidupan multikultural
2.         Memfungsikan tokoh-tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk menjembatani berbagai perbedaan diantara kelompok masyarakat.
3.       Maksimalisasi pembangunan daerah secra adil dan merata serta secara kongrit mengurabgi angka pengangguran dan kemiskinan;
4.          Konsistensi dalam penegakan hukum, secara adil dan bijaksana.
5.    Membangun komunikasi lintas budaya secaranyata dan terorganisir melalui kegiatan-kegiatan lintas budaya dan etnis.
6.   Penguatan demokrasi secara jasmani dan rohani, dimana elit-elit politik menunjukkan pola berpolitik yang santun dan mengedepankan kepentingan masyarakat disbandingkan kepentingan kelompok politik tertentu.
7.   Membangun pendidikan yang berorientasi pada penanaman nilai-nilai keberagaman melalui kurikulum pendidikan sedini mungkin.
8.     Serta berbagai hal lainnya yang mendorong pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat.

Senin, 22 April 2013

Kherlani Pejabat Bupati Pesisir Barat (krui)

28/03/2013 08:06 WIB

BANDARLAMPUNG News - Teka- teki tentang siapa yang akan dipercaya Gubernur Lampung untuk menduduki jabatan (Pj) Bupati Pesisir Barat terjawab sudah. Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menilai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung Kherlani, layak untuk mengemban tugas tersebut.


Kepastian itu dijawab Sjachroedin ZP usai acara penanda-tanganan fakta Integritas, di Balai Keratun, kemarin (27/03).

"Ya, jadi yang kira-kira menonjol dan saya rasa mampu dia (Kherlani, Red)," ujar Sjachroedin ZP, menjawab pertanyaan wartawan koran ini. 

Menurut Sjachroedin, Kherlani memiliki segudang pengalaman karena pernah menjabat sebagai wakil walikota Bandarlampung dan sejumlah jabatan strategis lainnya.

Kherlani akan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama 12 Pj.Bupati (se-Indonesia) dan 1 Pj.Gubernur Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya, di Aula Gedung Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada tanggal 18 April mendatang. 

Oedin—sapaan akrab Gubernur mengatakan, dengan penetapan Pj Bupati tersebut, tugasnya tinggal menyiapkan calon Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pejabat lainnya.

Namun, untuk mengisi jabatan Sekda, Oedin akan membahasnya bersama dengan Bupati kabupaten induk. Salah satu kriterianya, memenuhi unsur kepangkatan minimal golongan IV C dan memiliki pengalaman serta mampu menjalankan roda pemerintahan.

Padahal, sebelumnya Purnawirawan Polri berpangkat Komjen ini, enggan mengungkapkan siapa yang akan menjadi Pj Bupati Pesisir Barat.

Di lain hal, Oedin akan menerapkan efisiensi anggaran di Pesisir Barat dengan membentuk 10 Dinas yang akan menjadi prioritas utama, agar bisa mendukung jalannya roda pemerintahan yang memiliki potensi di bidang pariwisata dan rempah- rempah itu.  

"Kita utamakan, dinas kesehatan, pendidikan, bappeda dan beberapa asisten. Selain itu, beberapa dinas lain yang perlu untuk menunjang percepatan pembangunan daerah," ungkapnya.

Menurutnya, untuk memimpin sebuah DOB tidaklah mudah, untuk itu Pj.Bupati yang ditunjukan tidak hanya memiliki pengalaman dari satu bidang saja. Diperlukan pengalaman mengelola pemerintahan dan mengerti tugas-tugas sebagai kepala daerah. 

"kita bicara soal kemampuan. bukan bicara kesukuan atau unsure kedekatan. Sebab pengelolaan pemerintahan ini memerlukan sosok pemimpin yang dapat berfikir makro, sehingga roda pemerintahan yang baru terbentuk dapat berjalan sebagaimana mestinya," pungkas Oedin. 
(R6/R4/bln)

Puisi Untuk dia

Ku arungi samudra ini
kugayuh dayung ku
tak gentar kuterjang samudra lepas
sampai ttubuhku terhempas...
remuk perahuku,
patah dayungku,
tapi.......
semangatku tak runtuh......
kuaynkan tanganku, tuk gapai serpihan perahu ku yang koyak
menangis namun tersapu ombak
berteriak di redam badai

ingin ragaku mati saja
tapi cinta ini ingin tetap hidup
dalam hati kecil berbisik
cinta itu kan kupeluk

Sabtu, 20 April 2013

Pesisir Barat (Krui)

Salam angkon kemuarian.....
Quovadis Kabupaten Pesisir barat-
mungkin ini sangat cocok untuk kalimat hari ini untuk  masyarakat Krui, bagai mana tidak menilihat dari semangat pemuda kekinian di daĆ©rah krui yang saya berani meng- judge bahwa pemuda yang] minim pengetahuan.
tapi tidak hanya sampai disitu saja, saya sangat prihatin terhadap remajanya yang begitu mudah terpengaruh oleh turis-turis asing yang mulai banyak berkunjung disana yang sedikit demi sedikit menggerus budaya di daerah pesisir barat yang dulunya menjunjung tinggi nurma adat dan juga agama. namun sekarang budaya kebarat-baratan sudah merayap bak jamur,misalkan baju-baju sexi, tato, ataupun prilaku yang biasa dilakukan oleh para orang barat (sex Bebas).

demikianlah gambaran sedikit tentang pesisr barat.
Pesisir Barat yang lahir pada tanggal 25 Oktober 2012, yang baru berumur 6 bulan ini layaknya seorang bayi yang masih menetek, ia belum menunjukan taringnya mungkin karna giginya belum tumbuh. saya hanya ini melihat kampung halamanku beranjak dewasa dan tumbuh bagaikan ksatria yang gagah berani dan jujur terhadap masyarakannya.
kami tunggu kedatangan dan kesiapan Pjs Bupati Pesisir barat

Kamis, 11 April 2013

Proposal



PENDAHULUAN

Pentingnya pendidikan maupun pengajaran pustakawan pada era globalisasi seperti saat ini sangat dibutuhkan.Tidak dapat dipungkiri manfaat dari majunya bidang ilmu perpustakaan dapat menimbulkan efek positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Meningkatnya kebutuhan informasi pengguna perpustakaan mendorong para pustakawan untuk bisa bertindak kreatif dan inovatif. Tentu saja pustakawan harus dibekali pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi modal awal pustakawan.
Tidak hanya itu saja, dengan mengingat keputusan presiden nomor 11 Tahun 1989 Tentang Perpustakaan Nasional, dalam arti perpustakaan merupakan tempat sumber informasi yang dapt menunjang terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan intelektual, sehingga terwujudnya kecerdasan kreatif dan inovatif yang terarah, dan mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan secara makro.

Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi pustakawan kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensi nya dengan cara :

1. Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai pustakawan,
2. Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya,
3. Terampil dalam pelayanan dan pengembangan perpustakaan,
4. Terampil dalam mengelola bahan pustaka dan informasi,
5. Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan pemustaka,

Didasari oleh latar belakang permasalahan diatas, maka kami Himpunan Mahasiswa Diploma Perpustakaan Fisip Universitas lampung bertujuan menyelenggarakan STADIUM GENERAL dengan Tema Pendidikan Pustakawan; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan.

¬¬¬
1. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Memberdayakan potensi pustakawan, upaya pembentukan karakter dan identitas seorang pustakawan.
2. Membuka cakrawala berpikir pustakawan tentang tanggung jawabnya sebagai fasilitator penyebaran informasi.
3. Menciptakan pustakawan yang dapat menyumbangkan ide-ide yang solutif.
4. Dalam rangka menghadapi era globalisasi di perlukan generasi penerus bangsa yang mumpuni untuk menjawab tantangan kehidupan, hal itulah diwujudkan dalam bentuk pendidikan pustakawan.
5. Mengubah cara pandang masyarakat tentang citra pustakawan yang kaku dan kurangnya keramahtamahan.
6. Menindak lanjuti matriks kerja dari Bidang Minat dan Bakat.

2. DASAR KEGIATAN
Adapun landasan kegiatan ini adalah :
1. Undang-undang dasar 1945, Pasal 28.
2. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. SK Mendikbud Nomor 155/U/1998 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan. Perpustakaan dan Informasi Universitas Lampung 2010.
4. TRI DHARMA Perguruan Tinggi.
5. Rapat Program Kerja HIMA Perpustakaan FISIP Unila tanggal 24 Februari 2011.
6. Rapat Biro Minat dan Bakat HIMA Perpustakan tentang kajian pustakawan FISIP Unila tanggal 24 Desember 2010.







PELAKSANAAN
1. BENTUK KEGIATAN
 Stadium general
Deskripsi Kegiatan :Kuliah umum berupa pemaparan teori dengan peserta
mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan, yang akan
dilaksanakan di gedung Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung. Pembicara dalam seminar nasional ini akan menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional yang akan memaparkan teori-teori yang berkaitan dengan harusnya seorang pustakawan mengelola perpustakaan dan materi kedua adalah materi promosi dan publikasi yang akan dipaparkan oleh Ibu Ida Nurhaida selaku dosen ahli. Teori-teori tersebut akan di kupas tuntas agar terjadinya sinkronisasi antara teori dan praktek. Kuliah umum ini melibatkan para calon pustakawan ataupun pustakawan yang sudah bekerja di berbagai perpustakan negeri, instansi pemerintahan, dan swasta.
Pelaksanaan Kegiatan
Hari/tanggal : Selasa, 3 Mei 2011
Waktu/Tempat : 09.00-12.00 / Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung
Segmentasi : Mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan

Tema : Pendidikan Pustakawan ; Upaya menciptakan
pustakawan inovatif dan berwawasan.

Pemateri : Hj.Sri Sularsih,M.Si(Kepala Perpustakaan Nasional)

Moderator : Agus Sanjaya Putra ( Wakil Ketua Umum HIMADIPPUS)



Hari/tanggal : Selasa, 3 Mei 2011
Waktu/Tempat : 13.00-15.00 WIB / Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung
Segmentasi : Mahasiswa calon pustakawan dan pustakawan

Tema : Teknik Promosi dan Publikasi Perpustakaan Bagi Pustakawan

Pemateri : Dra. Ida Nurhaida M.Si (Dosen Ahli)


Moderator : Agus Sanjaya Putra



2. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus HMD Ilmu Perpustakaan
FISIP Universitas Lampung.

3. SUSUNAN KEPANITIAAN
( Terlampir )

4. ESTIMASI DANA
( Terlampir )










PENUTUP

Demikian Proposal ini dibuat semoga dapat menjadi suatu gagasan real tentang peranan pustakawan yang sangat fundamental dan dapat menjawab tantangan zaman, dimana pustakawan haruslah berwawasan lebih, guna mencapai amanat pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada dasarnya mungkin kita tidak tahu untuk apa, kapan, dimana, mengapa, siapa dan bagaimana kita berjuang hari ini, karena mungkin banyak orang diluar sana yang sangat mengharapkan dan menghargai atas apa yang kita perjuangkan hari ini.
Jangan berharap hari kemarin akan kembali, karena esok belum tentu kita jumpai. Dan hari inilah milik kita.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

















LEMBAR PENGESAHAN

1. Nama Kegiatan : PERUNGGU
2. Tema Kegiatan : “Pendidikan Pustakawan; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan”
3. Waktu Kegiatan : 3 Mei 2011

Bandar Lampung, 17 Maret 2011
PANITIA PELAKSANA
PERUNGGU
HMD ILMU PERPUSTAKAAN
FISIP UNILA

Hormat kami,
Ketua Pelaksana Sekretaris Pelaksana



Ricoadi Fasla Azrina Septiani
NPM : 0906081012 NPM :1006081003

Menyetujui,

Ketua Jurusan Perpustakaan dan Informasi Ketua Umum HMD Perpustakaan



Drs.Teguh Budi Raharjo.M.Si Mizariadi
NIP : 196001221987031004 NPM : 0806081012

Mengetahui

















1. SUSUNAN KEPANITIAAN ( LAMPIRAN )
PELINDUNG : Rektor Universitas Lampung
(Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.)
Dekan FISIP UNILA
(Drs. Agus Hadiawan, M.Si.)
PENASEHAT : Pembantu Rektor III UNILA
(Prof. Dr. Sunarto DM, S.H, M.H.)
Pembantu Dekan III FISIP UNILA
(Drs. Ikram, M.Si.)
PEMBIMBING : Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi
(Drs.Teguh Budi Raharjo.M.Si)
PENANGGUNG JAWAB : Ketua Umum HIMADIPPUS
(Mizariadi)
Panitia Pengarah : Kesty Hestryana 0806081010
: Novia Indriyani 0806081013
: Adelia 0806081001
: M.Haryo 0806081011
: Rozannah 0806081014
PANITIA PELAKSANA

Ketua Pelaksana : Ricoadi Fasla 0906081012
Sekretaris Pelaksana : Azrina Septiani 1006081003
Bendahara Pelaksana : Herti Putri Yana 1006081009




Sie.Kesekretariatan
Koordinator : Ratih Novitasari 0906081011
Anggota : - Amelia Yusnita 1006081001
- Cahya Amana Putra 1006081004
- Crhistin Intan
Sie. Acara
Koordinator : Nawal Suhendi 0906081010
Anggota : - Erna Anisa 1006081006
- Farid Hambali 1006081007



Sie. Perlengkapan
Koordinator : M.Annaz Dwi Chandra 0906081005
Anggota : - Julian Evta Perdana 1006081010
- M.Ilham Sandrio H 1006081012
- Mei Rantika Dewi 1006081011


Sie. Pubdekdok
Koordinator : Meilia Depilina 0906081009
Anggota : - Febria Naria 1006081008
- Ni Nyoman Sujatning M. 1006081013
- Nur Sidiq 1006081014


Sie. Konsumsi
Koordinator : Yuli Paramita 0906081014
Anggota : - Yunita Sari 1006081019
- Yulianto 1006081018



Sie. Dana Usaha
Kordinator : Heniawati 0806081008
Anggota : - Rarasati sugesti 0906081010
Yessi puspita sari 0906081013
Elyanti Umita 0906081008

Sie. Hubungan Luar
Koordinator : Zulaikha 0906081015
Anggota : - Reza Harizman 1006081015
- Ricki Akbar 1006081016
- Rismawati 1006081017





















2. ESTIMASI DANA ( LAMPIRAN )

Anggaran dana PERUNGGU yang dilaksanakan, dengan Tema “Pendidikan Pustakawan ; Upaya Menciptakan Pustakawan Inovatif dan Berwawasan” adalah seperti di bawah ini :

PENGELUARAN :

 ESTIMASI DANA SEMINAR NASIONAL
A. Kesekretariatan
No Keterangan Jumlah
1. Pembuatan Proposal + LPJ 50 @ Rp 10.000,- x 2 Rp. 1.000.000,-
2. Surat Menyurat Rp. 100.000,-
3. Amplop 2 Kotak x @ Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-
4. Name Tag Rp. 200.000,-
5. ATK Rp. 100.000,-
6. Kertas 6 x @ Rp 50.000,- Rp. 300.000,-
7. Map 100 x @ Rp 1.000,- Rp. 100.000,-
8. Sertifikat 150 x @ Rp 5.000,- Rp. 750.000,-
9. Setempel 2 Paket x @ Rp 100.000,- Rp. 200.000,-
10. Seminar Kit 150 x @ Rp 10.000,- Rp. 1.500.000,-
11. Buku Tamu 4 x @ Rp 10.000,- Rp. 40.000,-
Jumlah Rp. 4.340.000,-

B. Seksi Acara
No Keterangan Jumlah
1. Photocopy roundown acara Rp. 50.000,-
2. Plakat 6 x @ Rp100.000,- Rp. 600.000,-
3. Biaya Komunikasi Rp. 350.000,-
Jumlah Rp. 1.000.000,-





C. Seksi Pubdekdok
No Keterangan Jumlah
1. Pamflet & Leflet Rp. 300.000,-
2. Sepanduk 4 unit x @ Rp 150.000,- Rp. 600.000,-
3. Batrai Kamera 5 x @ Rp10.000,- Rp. 50.000,-
4. Backdrop 1 unit x @ Rp300.000,- Rp. 300.000,-
5. Cuci Cetak Foto Rp. 300.000,-
6. Publikasi Media Rp. 250.000,-
7. Biaya Akomodasi Transportasi Rp. 200.000,-
Jumlah Rp. 2.000.000,-

D. Seksi Konsumsi
No Keterangan Jumlah
1. Snack Pembicara & moderator 4 @ Rp 25.000,- Rp. 100.000,-
2. Snack Tamu Undangan 20 x @ Rp 25.000,- Rp. 500.000,-
3. Snack Panitia dan Peserta 200 x @ Rp 5.000,- Rp. 1.000.000,-
4. Air Mineral 10 dus x @ Rp 15.000,- Rp. 150.000,-
5. Makan Siang Pembicara 2 x @ Rp 30.000,- Rp. 60.000,-
6. Makan Siang Panitia & peserta 200 x @ Rp 10.000,- Rp. 2.000.000,-
Jumlah Rp. 3.810.000,-

E. Seksi Perlengkapan dan Transportasi
No Keterangan Jumlah
1. Sewa LCD & Poyektor Rp. 250.000,-
2. Perlengkapan Seminar Rp. 500.000,-
5. Sewa Aula Rp. 1.000.000,-
Jumlah Rp. 1.750.000,-












 REKAPITULASI DANA SEMINAR NASIONAL
No Keterangan Jumlah
1. Kesekretariatan Rp. 4.340.000,-
2. Acara Rp. 1.000.000,-
3. Pubdekdok Rp. 2.000.000,-
4. Konsumsi Rp. 3.810.000,-
5. Perlengkapan & Transportasi Rp. 1.750.000,-
Jumlah Rp. 12.900.000,-



 Kalkulasi Anggaran Dana
Pengeluaran : Rp. 12.900.000,-
Pemasukan( Dana Kemahasiswaan Rp. 3.300.000 ) : Rp. 3.300.000,-
Sisa Kekurangan : Rp. 9.600.000,-